Membangun sikap mental yang tepat saat menghadapi orang-orang sulit.

Dengan menerapkan 5 prinsip
Natural Intelligence (NatIn™), berikut ini:
  
1.      Nakoda ulung tidak lahir di laut tenang.

Di danau dekat rumah saya banyak ‘nakoda’ kapal wisata air. Meskipun mereka selalu bisa membawa kapalnya dengan baik namun kita tidak menyebut mereka sebagai nakoda yang handal. Sedangkan di pelabuhan Ratu, para nakoda itu harus berhadapan dengan gelombang dan ombak yang besar. Begitu juga dengan para pemimpin atau manager di kantor. Mungkin memang banyak manager yang memimpin dengan baik. Mencapai hasil yang bagus. Tetapi, kualitas mereka masih tidak sebaik para manager yang pernah membawa teamnya melintasi situasi-situasi yang sulit. Makanya, ketika menghadapi orang-orang yang sulit di team Anda; bersyukurlah. Karena itu merupakan pertanda jika kualitas kepemimpinan kita berpeluang untuk meningkat semakin baik.
 
2.      Orang sulit itu seperti sparing partner hebat.

Di Afrika, seekor induk singa menangkap mangsanya. Tapi, mangsa itu tidak dibunuhnya. Rupanya, mangsa itu diberikan kepada anaknya yang masih kecil, agar dia bisa berlatih bagaimana caranya berburu. Di kebun binatang, anak singa menerima daging yang sudah dipotong-potong. Meski keduanya tumbuh menjadi singa dewasa; ternyata kemampuannya jauh berbeda. Seperti itu juga kemampuan kepemimpinan kita. Orang-orang yang gampang dipimpin, menjadikan kita atasan yang tenang namun miskin keahlian mengelolan orang. Sedangkan orang-orang yang sulit, membantu kita untuk menjadi pemimpin yang benar-benar handal. Mengapa? Karena setiap orang sulit didalam team kerja kita, berfungsi seperti sparing partner yang hebat.
 
3.      Memahami mereka lebih baik lagi.

Sejauh yang saya rasakan, orang yang benar-benar sulit itu tidak sebanyak yang kita kira lho. Dalam banyak situasi, hal itu terjadi karena kita belum memahami mereka. Jadi, bukan mereka yang kita anggap pribadi yang sulit itu yang terlebih dahulu harus berubah. Kitalah orangnya yang harus bersedia mengubah sudut pandang kita terhadap mereka. Mengubah cara pendekatan kita kepada mereka. Dan memahami, bahwa mereka membutuhkan teknik memimpin yang berbeda dengan cara-cara yang kita terapkan kepada orang lain. Ketika kita memahami mereka. Dan menemukan cara memimpin yang lebih sesuai dengan karakter mereka, maka kita akan menemukan bahwa ternyata, mereka bukanlah orang yang sesulit seperti yang kita kira. Temuan itu, berawal dari pemahaman kita yang lebih baik terhadap mereka.
 
4.      Befokus kepada pekerjaan, bukan hal personal.

Salah satu tugas kepemimpinan kita adalah memastikan pekerjaan selesai dengan hasil yang memuaskan. Sedangkan salah satu karakter orang sulit adalah ngeyel dengan nilai-nilai yang dianutnya sendiri. Makanya, mereka jadi sangat sulit untuk diajak menghargai nilai-nilai lingkungan. Lalu kita terjebak dalam upaya memperbaiki perilaku itu. Sebaiknya, kita terlebih dahulu fokus kepada pekerjaan yang harus mereka selesaikan sebagai prioritas pertama. Jika pekerjaan mereka sudah diselesaikan dengan baik, dan kita masih punya alokasi waktu dan energy yang tersisa. Barulah kita gunakan untuk menyentuh aspek-aspek perilaku orang-orang yang sulit itu. Dengan begitu, kita sudah terlebih dahulu menyelesaikan misi terkait langsung dengan top line dan bottom line perusahaan yang menjadi prioritas fungsi kepemimpinan kita.
 
5.      Menolong orang yang mau ditolong.
Bisasanya peluang orang-orang sulit mendapatkan kemajuan dalam karirnya lebih kecil; dibandingkan dengan kolega mereka yang lebih adaptif dan koperatif.
 
Dan sebagai pemimpinnya, kita memang bertanggungjawab untuk membantu orang-orang sulit ini untuk juga memperbaiki diri agar bisa membuka peluang yang sama dengan orang lain. Namun, tak seorang pun bisa menolong orang yang tidak mau ditolong. Ketika seluruh upaya maksimal kita untuk menolongnya sudah dilakukan, namun mereka bersikukuh dengan nilai-nilai pribadinya yang sulit, rumit dan kompleks. Maka tunailah tugas-tugas kita. Karena sekeras apapun usaha kita untuk menolongnya, tidak akan pernah berhasil; jika mereka sendiri tidak mau ditolong. Jika Anda sudah sampai dibatas ini, ingatlah bahwa; bahkan para Nabi dan Rasul pun tidak sanggup untuk membuat semua orang mendengarkan seruan mereka.
 
Selama memimpin, mungkin kita menghadapi orang-orang yang sulit. Namun dengan sikap mental yang tepat, kesulitan yang kita alami selama berurusan dengan orang-orang yang sulit itu akan terbayar oleh imbalan berupa semakin baiknya kemampuan dan kehandalan kita dalam memimpin. Kelak kita akan tahu bahwa kita justru berhutang budi kepada orang-orang sulit yang pernah berada dalam team kita. Karena tanpa mereka, kita tidak akan tertantang untuk mengerahkan semua kemampuan tersembunyi yang sesungguhnya kita miliki. Jadi. Jika sekarang Anda punya orang sulit di team kerja yang Anda pimpin. Bersyukurlah. Berikhtiarlah. Dan. Berterimakasihlah kepada mereka.
 
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DeKa – Dadang Kadarusman – 22 Mei 2012
Dare to invite Dadang to speak for your company?
Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
 
Catatan Kaki:Memimpin orang-orang sulit itu seperti memasuki kawah candra dimuka. Berat sekali rasanya. Namun besar sekali manfaatnya. Bagi kematangan keterampilan memimpin kita.
 
Sudah tahu kisah-kisah inspiratif Natin & The Cubicle ? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/naturalintelligence/

KUALITAS PRIBADI YANG MENDEKATKAN KEPADA REZEKI

Sahabat saya yang baik hatinya,

Tidak ada apa pun bisa terjadi tanpa ijin Tuhan, termasuk perbaikan pada rezeki dan kualitas hidup kita.

Tapi, peran untuk mengubah nasib telah sepenuhnya diserahkan kepada kita, yang jika berupaya dengan baik - akan dibaikkan kualitas hidupnya.

Kelihatannya, kualitas paling penting yang ada pada diri Anda adalah DAYA TARIK PRIBADI Anda yang kuat.

Daya tarik Anda bersumber dari kebaikan hati, kebersihan pikiran, dan dari keindahan perilaku Anda.

Dengan daya tarik pribadi yang kuat, terbuka banyak kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang baik, menerima kepercayaan yang besar, dan diundang untuk berpartner dalam usaha yang rezekinya besar.

Setelah itu, KESUNGGUHAN KERJA YANG KUAT akan menjadikan sekecil-kecilnya kemampuan, serendah-rendahnya pendidikan, dan seburuk-buruknya keadaan - menjadi sebuah kegiatan yang dinamis dan berezeki baik.

Setelah itu, PENDIDIKAN YANG TINGGI akan berperan membesarkan dan memperluas dampak dari kebaikan yang Anda lakukan, yang membangun rezeki yang lebih besar - bukan hanya untuk Anda, tetapi juga bagi banyak orang, melalui jalur hubungan yang modern, luas, dan tersistemkan.

Setelah itu, KONEKSI YANG BAIK baru berperan. Tidak ada gunanya koneksi (dan bahkan mungkin tidak bisa dibangun) tanpa daya tarik pribadi dan tanpa kesungguhan kerja yang baik. Koneksi yang baik akan menuntut Anda untuk menjadi partner yang berperan baik, jika tidak - koneksi itu terputus.

Setelah itu, NAMA YANG DIKENAL LUAS tidak lagi menjadi modal, tapi hasil dari kesemua kualitas yang Anda miliki di atas. Mohon Anda ingat, telah banyak pribadi publik yang sangat terkenal - yang tidak menjadi apa-apa yang berarti (terutama di masa tuanya) karena tidak memiliki kualitas yang bisa mendukung ketenarannya.

Jadi, jawaban ideal untuk MTSC POLL kali ini adalah

C D A B E

Atau,

1. C. Daya tarik pribadi yang kuat.
2. D. Kesungguhan kerja yang kuat.
3. A. Pendidikan yang tinggi.
4. B. Koneksi yang baik.
5. E. Nama yang dikenal luas.

Saya sampaikan banyak terima kasih atas kesertaan baik Anda dalam MTSC POLL ini.

Semoga Anda mengunduh pengertian baik yang bisa membantu meningkatkan keefektifan pribadi Anda untuk mendapatkan rezeki yang lebih baik, lebih besar, dan lebih lancar pada minggu-minggu mendatang.

Aamiin

———————-

NO MATTER WHO YOU ARE, YOU HAVE TO RUN. Tak peduli siapa pun engkau, engkau harus berlari.

Di pagi hari tadi, harimau bangun untuk bersiap-siap berlari mengejar rusa.
Rusa yang bangun lebih awal di pagi itu, juga bersiap-siap untuk berlari menghindari harimau.
Harimau menggumam kepada dirinya sendiri …
Hmm … aku tak boleh lamban dalam lariku hari ini, atau keluargaku tak makan.
Rusa berbisik kepada dirinya …
Aku harus berlari lebih cepat lagi hari ini, karena mungkin saja harimau lebih cepat larinya hari ini, atau aku tak pulang ke keluargaku di senja ini.
Mama kelinci mendengar desah hati sang rusa, dan berpaling kepada anaknya yang masih remaja, dan menasihatinya …
Anakku yang aku cintai,
Di hutan ini, tak masalah apakah engkau harimau, rusa, atau kelinci - engkau harus berlari.
Kehidupan di hutan ini tegas dan kejam, dan menghukum keras siapa pun yang malas.
Si anak kelinci bertanya,
Tapi Ma, mengapa di kota itu ada orang malas?
Ooh … itu karena mereka, tidak seperti binatang - mereka diberkati dengan kemampuan untuk mengeluh.
Kita - binatang ini, tak memiliki sifat alamiah untuk mengeluh, jadi kita bersegera bekerja dengan tanggung-jawab penuh untuk membangun kualitas kehidupan kita sendiri.
Kalau manusia, karena bisa mengeluh - mereka mengeluh.
Mungkin mereka mengira bahwa mengeluh akan memudahkan kehidupan. Padahal tidak!
Karena mengeluh tak memperbaiki kehidupan, mereka mengalihkan keluhan kepada orang lain - dengan memprotes dan menyalahkan orang lain.
Tapi ada sebagian manusia yang terpuji jiwanya, yang rajin bekerja.
Dan karena mereka diberkati dengan akal, mereka membangun kehidupan yang jauh lebih baik daripada kita.
Tapi, jika kita mensyukuri nikmat Tuhan, tidak masalah apakah kita kelinci, rusa, harimau, atau manusia - kita akan hidup dengan berbahagia jika kita aktif dan rajin bekerja.
Lalu Mama Kelinci berkata kepada anak kesayangannya,
Udah … sana gih! Larilah, jadikan dirimu berguna.
Si remaja kelinci berlari riang, sambil berseru …
Ok Mama, I love you as always!
Mama Kelinci tersenyum: Hmm … kaya’ Mario Teguh aja tuh anak.
Tuhan, titip anakku yang sangat aku cintai itu ya?
Aamiin

Do’aku..

Tuhanku,
Restuilah kesungguhanku hari ini, untuk menggunakan tenaga dari dalam diriku, untuk menjadi pribadi yang tegas memulai pekerjaanku, yang tabah menghadapi kesulitan, dan yang mensyukuri hasil apa pun yang Kau tetapkan sebagai imbalanku.

Aku mohon Engkau mendamaikanku, atau menggelisahkanku dengan kesulitan yang memuliakanku.

Sejahterakanlah jiwa yang hanya berharap kepadaMu ini.
 
Tuhan, aku mohon.
 
Damaikan, bahagiakan, dan sejaheterakanlah aku.
 
Aamiin

Wind of Change..

Siap atau tidak, perubahan pasti terjadi.

Masalahnya, kita akan MENUNGGU perubahan ataukah KITA yang MEMBUAT suatu perubahan.

Perubahan tidak akan pernah terjadi tanpa kita berani ambil risiko.

Salah atau benar, jgn kuatir. Selama Tuhan berada di pihak kita, Dia PASTI membawa kita kpd tujuan yg sesungguhnya.

Ambilah resiko itu, kerjakan, jgn pernah menyerah, dan tinggal menunggu waktu breaktrough terjadi dlm hidup anda..!

Lebih baik berani mengambil resiko, sekalipun mungkin utk bbrpa saat akan menghadapi kegagalan demi kegagalan sebelum breakthrough terjadi, daripada berdiam dan engkau tidak memperolah apa2..!!

Ingat : jangan berharap hasil yg berbeda jika kita melakukannya dengan cara yg sama..!!! Sudah saatnya kita berubah, dan mulailah dari diri sendiri, bukan menunjuk orang lain!!

Berubahlah.. Sebelum dilindas oleh perubahan..!

Mulai dari mana? Mulailah dari kebiasaan² kecilmu, karena darisanalah nasib kamu akan di tentukan..

Wind of change..!

Bagaimana Berbisnis Sandiaga Uno

Apakah mudah menjadi pengusaha? Bagi saya, awal berbisnis adalah survival mode. Betul-betul terpaksa karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ada krisis tahun 1998 yang menyebabkan saya kehilangan pekerjaan, sementara saya harus bertahan dan menghidupi keluarga baru saya.

Waktu itu ada dua pilihan. Mencari pekerjaan baru atau berbisnis sendiri. Saya putuskan berbisnis sendiri.

Enam bulan pertama, boleh dibilang nyaris tanpa order. Klien nol. Hampir putus asa. Sampai terpikir, apakah benar pilihan saya menjadi pengusaha? Jangan-jangan memang mental saya lebih cocok menjadi karyawan.

Dalam situasi ini, orang tua menasihati saya agar berani dan pantang menyerah. Harus sabar dan tekun memang. Alhamdulillah, perlu empat tahun agar bisnis ini memasuki fase titik balik ke arah positif.

Sering saya ditanya, apa dan bagaimana memulai usaha? Kunci wirausaha adalah entrepreneurship. Ini berkaitan dengan sikap mental.

Pertama, umumnya orang enggan menjadi pengusaha karena takut bangkrut, takut tertipu dan lain-lain. Intinya takut akan risiko. Padahal risiko bukan barang asing bagi kita. Semua perbuatan mengandung risiko. Menyeberang jalan misalnya, berisiko tertabrak mobil.

Namun risiko bisa ditekan dengan manajemen yang baik. Jika kita tidak sanggup menanggung bisnis berisiko besar, pilih saja bisnis yang lebih kecil risikonya. Jadi, mulailah dari yang kecil.

Kedua, jangan takut kekurangan modal, selama Anda punya kreativitas. Modal memang penting tapi ini bukan segalanya. Lazim berlaku di kalangan pedagang, menjual cash tetapi membeli dari pemasok dengan bayar di belakang.

Jadi, tidak ada modal uang di sini.

Ide kreatif lebih berguna menjalankan bisnis. Uang berapa pun cepat atau lambat habis jika tidak memiliki ide. Sementara kekuatan ide bisnis akan mengundang uang dengan sendirinya.

Ketiga, berani memulai. Makin cepat akan makin baik. Ibarat sebuah antrean, yang lebih dulu akan mendapatkan kesempatan lebih dulu. Jika selalu ragu-ragu, kita tidak akan pernah memulai dan tidak tahu apakah akan berhasil atau gagal.

Kalaupun di tengah perjalanan ada kegagalan, itu hal wajar. Anggap saja hal itu ongkos belajar. Lebih baik kita gagal di awal daripada gagal di akhir.

Bahkan seringkali yang tadinya kita anggap sebagai kegagalan, ternyata menjadi keberuntungan kita di kemudian hari. Sebab, kegagalan di awal menghindarkan kita dari kerugian yang lebih besar di belakang hari.

Keempat, mengubah mindset atau pola pikir. Think like an entrepreneur. Seorang pengusaha melihat kendala dan krisis sebagai peluang. Jika mindset ini sudah terbangun, kita akan memiliki banyak akal, kreatif, inovatif, berpikir tidak linier, dan mudah mengambil keputusan.

Ketika orang-orang perkotaan memiliki waktu terbatas untuk mencuci, seorang pengusaha mendirikan usaha laundry.

Contoh lain, saya melihat jumlah penumpang di bandara semakin padat. Ini pertanda ekonomi kita makin bagus. Permintaan terhadap jasa angkutan udara juga meningkat. Bisnis penerbangan tentu punya prospek bagus. Makanya, kami berani masuk ke Mandala Airlines.

Ada sebuah pameo, lebih baik menjadi kepala semut daripada ekor gajah. Dengan menjadi pengusaha, kita menjadi kepala, bukan sebatas ekor. Apakah kemudian badan kita besar atau kecil, tentu tergantung bagaimana kita mengelolanya.

Oleh: Sandiaga Salahudin Uno

Doaku..

Tuhanku yang Maha Bijaksana…

Maafkan kami yang sering menuntut kepada-Mu,
tapi jarang kami menuntut diri, tuk lebih mendekat kepada-Mu.

Maafkan kami yang sering memaksamu mengabulkan doaku,
seolah-olah kami lebih tau, bahwa permintaan kami itu baik buat kami.

Kami sedang berusaha, untuk selalu ikhlas, atas segala ketentuan-Mu, karna itu pasti baik untuk Kami.

Tapi kami juga percaya, Engkau Maha Segalanya.
Jadi, jadikanlah apa yang kami anggap baik, juga baik menurut-Mu.

Dan jadikan diri ini selalu lebih dekat dengan-Mu…

​آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَا رَ بَّ ألْعَلَمِيّنْ

HIU KECIL DALAM KEHIDUPAN …

Masalah Ada Tuk Menguatkan

Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah tuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dagan ikan salmon yg dah diawetkan degan es.

Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dlm perjalanan ke daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup.

Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut.

Bagaimana cara mereka menyiasatinya..?

Para nelayan itu memasukkan seekor HIU KECIL di kolam tersebut.
Ajaib..!! Hiu kecil tersebut “memaksa” salmon-salmon itu terus bergerak agar jagan sampai dimangsa. Akibatnya jumlah salmon yang mati justru jadi sangat sedikit..!!

DIAM membuat kita MATI!
Bergerak membuat kita HIDUP …!!

Apa yg membuat kita diam ?
Saat TDK ADA MASALAH dalam hidup & saat kita berada dlm ZONA NYAMAN. Situasi seperti ini kerap buat kita TERLENA …

Begitu terlenanya hingga kita tidak sadar bahwa kita TELAH MATI ..!
Ironis, bukan ..?

Apa yg membuat kita bergerak ..?
Masalah .., Pergumulan .. & Tekanan Hidup …

Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha atasi semua pergumulan hidup itu ..

Disaat saat seperti itu biasanya kita akan ingat Allah & berharap kepada Allah.

Tidak hanya itu, kita jadi KREATIF, dan POTENSI DIRI kita pun menjadi BERKEMBANG LUAR BIASA …

Kita akan bisa belajar banyak dlm hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita hadapi badai hidup …

Sebab itu syukurilah “HIU KECIL” yang terus maksa kita tuk bergerak & tetap survive…

Karena kita bagaikan “Ikan2 Salmon” dihadapan Allah..

I LOVE U Mom n’ Dad..

Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu bertanya ” itu burung apa yg berdiri disana ??”
“Bangau mama” anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
“Itu yang warna putih burung apa?”
sdikit kesal anaknya menjawab ” ya bangau mama?…”

Kemudian ibunya kembali bertanya
” Lantas itu burung apa ?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang…

Dengan nada kesal si anak menjawab “ya bangau mama. kan sama saja!..emanknya mama gak liat dia terbang!”

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan..”Dulu 35 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tp kau membentak ku 2 kali..”

Si anak terdiam…dan memeluk mamanya.

Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah Mama/Ibu-mu dgn sungguh2 krn sorga berada di telapak kaki Ibu.

Mohon ampunan jika km pernah menyakiti hati Ibumu.
Dan teruskan kpd Org2 yg perlu membaca renungan ini.

*Pernah kita ngomelin Dia ?’Pernah!’:s

*Pernah kita cuekin Dia ? ‘Pernah!’ >:/

*Pernah kita mikir apa yg Dia pikirkan? ‘nggak!’ :/

* Sebenernya apa yg dia fikirkan ?
‘Takut’ :(

-Takut ga bisa liat kita senyum , nangis atau ketawa lg.

- Takut ga bisa ngajar kita lagi

Semua itu karena waktu Dia singkat..

Saat mama/papa menutup mata , Ga akan lg ada yg cerewet. :(

Saat kita nangis manggil2 dia , apa yg dia bales ?

‘Dia cuma diam’ :(

Tapi bayangannya dia tetap di samping kita dan berkata : “Anakku jgn nangis, mama/papa msh di sini. Mama/papa msh syg kamu.” :(

Kirim ke teman2mu kalau kamu sayang & menghargai orangtua kamu.

Sayangilah mereka sblm waktunya hbs.. ({})

I LOVE U mom n dad ({})

Pelajaran Sang Buddha

Anda tidak perlu menjadi seorang Buddhis untuk menghargai logika dan keindahan kutipan cerita di bawah ini……

** Sang Buddha menjelaskan bagaimana untuk menangani hinaan dan mempertahankan Cinta Kasih……

Suatu hari Sang Buddha berjalan melintasi sebuah desa. Seorang pemuda kasar yang sangat marah muncul dan mulai menghinanya

* Anda tidak berhak mengajari orang lain…..!!!” Dia berteriak.
“Kamu sama bodohnya dengan orang lain. Kamu bukanlah apa apa, selain munafik……”

** Buddha tidak marah dengan hinaan ini. Sebaliknya, Beliau bertanya kepada sang pemuda.

“Katakanlah padaku jika kamu membeli hadiah untuk seseorang, dan seseorang itu tidak mengambilnya, Siapakah pemilik hadiah itu…..?”

* Sang Pemuda terkejut diberi pertanyaan yang aneh. Kemudian dia menjawab ” Hadiah itu akan menjadi milik saya, karena saya yang membeli hadiah itu….”

** Sang Buddha tersenyum dan berkata: “Hal itu benar dan sama saja dengan kemarahan. Jika kamu menjadi marah denganku dan saya tidak merasa terhina, maka kemarahan itu akan kembali padamu.

Anda kemudian menjadi satu2nya yang tidak bahagia, bukan saya. Semua yang anda lakukan akan menyakiti diri anda sendiri……”

** Jika anda ingin berhenti menyakiti diri sendiri maka anda harus menyingkirkan kemarahan dan ubahlah menjadi cinta kasih.

Ketika kamu membenci orang lain, diri andalah yang akan menjadi tidak bahagia. Tetapi ketika anda mencintai orang lain, semua orang menjadi bahagia…..